Jadilah Salah Satunya! Sekitar 2 Juta Penduduk akan Menghuni IKN Nusantara di 2045 dengan Sejumlah Fasilitas Modern Pendukung!
Jakarta – Kepala Otorita IKN Bambang Susantono
mempredikdsi sebanyak 1,7 juta hingga 1,9 juta orang ditargetkan akan menghuni
wilayah Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara. Proses perpindahan penduduk di IKN
akan dilakukan secara bertahap.
"Kita di IKN Nusantara nantinya
hanya (dihuni) 1,7 hingga 1,9 juta penduduk pada tahun 2045," kata Bambang
dalam Bloomberg CEO Forum 2022 yang
disiarkan kanal YouTube Bloomberg Live, Jumat (11/11/2022).
Bambang mengatakan
nantinya IKN Nusantara akan
mengusung konsep Kota 10 Menit. Ia menjelaskan, konsep Kota 10 menit ini adalah
warga yang tinggal di IKN Nusantara hanya
membutuhkan waktu 10 menit untuk menuju ke suatu tempat di kota tersebut.
"Dalam waktu 10 menit
semua warga kota dapat mencapai beberapa tujuan, misalnya ke sekolah, pasar,
kios kecil dan juga titik transit, namun ini dibayangkan di tahun 2045
ya," ujarnya.
Karenanya, Bambang meyakini
masyarakat akan tertarik untuk pindah ke IKN Nusantara yang
mengusung konsep Forest City. Ia mengatakan pemerintah terus melanjutkan
pembangunan IKN Nusantara terutama
di sektor kesehatan, pendidikan dan perkantoran guna meyakinkan warga bahwa
kota tersebut layak huni dan modern.
"Saya kira
fasilitas-fasilitas itu sangat penting sehingga IKN bisa menarik minat
masyarakat untuk datang," ucap dia.
Pembangunan Ibu Kota Nusantara atau IKN Nusantara di
Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara terus dikebut. Saat ini proyek
pembangunan fisik perlahan dikerjakan.
Meski begitu, masih banyak
yang mengkhawatirkan bahwa pembangunan IKN Nusantara akan
merusak lingkungan lantaran dibangun di kawasan hutan.
Hal ini dibantah langsung
oleh Gubernur Kaltim Isran Noor, bahkan ia menjamin pembangunan IKN nantinya
tidak akan merusak lingkungan sekitar.
Sesuai dengan konsep
pembangunannya yakni Forest City tetap akan mengedepankan dan menjaga alam yang
ada.
“Saya jamin dunia akhirat.
Karena di situ akan akan dibangun sebuah kota yang moderen, tapi tidak merusak
lingkungan,” ujarnya pada Rabu (9/11/2022).
Tidak hanya itu, pembangunan
IKN nantinya mengadaptasi kota dengan zero emisi.
Untuk itu, pembangunan IKN
tetap akan mengembalikan kondisi hutan seperti sedia kala.
“Secara teknis bahwa nanti di
sana akan mencapai yang namanya zero emisi atau nol emisi.
Karena disana nanti akan
dikembalikan lahannya, itu kan hutan produksi bukan hutan alami,” katanya.
Dalam mewujudkan hal itu,
pemerintah telah membangun tempat persemaian di kawasan Mentawir, Kecamatan
Sepaku, Kukar.
Lahan seluas 25 hektar ini
akan menghasilkan tanaman endemik atau tanaman lokal seperti meranti,
bengkirai, dan lainnya.
“Nanti setiap tahun minimal
20 juta batang pohon. Bahkan nanti akan dihasilkan juga pohon-pohon dari
seluruh Indonesia akan ditanam di situ.

Comments
Post a Comment