Bulog Disindir Jokowi, Bulog: ini arahan bagi kita.
Jakarta - Presiden Jokowi meminta semua pihak mulai dari petani hingga BUMN meningkatkan produksi beras nasional. Kebutuhan pangan yang satu ini sangat penting di tengah ancaman krisis karena situasi global yang tak lagi kondusif.
Tak hanya memproduksi beras dalam jumlah besar, Jokowi juga minta penyerapannya dilakukan dengan benar. Menurutnya, harus ada off taker yang benar-benar serius membeli beras petani hingga mampu menjualnya ke masyarakat. Dalam arahannya ini, dia menyindir Perum Bulog yang dinilainya tak mampu menjalankan tugas tersebut.
"Kalau sudah diambil, jangan kayak Bulog. (Mereka) ambil dari petani banyak, stop. Enggak bisa jual, sehingga kualitasnya turun dan ada yang busuk, rusak," kata Jokowi dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (20/6).
Presiden Jokowi menyindir Perum Bulog lantaran dianggap tak efektif mendistribusikan beras untuk masyarakat. Menanggapi hal itu, Sekretaris Perum Bulog Awaludin Iqbal mengatakan apa yang disampaikan Presiden adalah arahan yang harus dilakukan Bulog.
“Bagi kita itu arahan. Itu perintah untuk bagaimana kita bisa menyalurkan. Arahan itu harus kita laksanakan,” kata Awaludin kepada kumparan, Selasa (21/6).
Dalam pelaksanaan penyaluran beras tersebut, Awaludin mengatakan pihaknya akan bersinergi dengan instansi lainnya.
“Tentunya kita tidak sendiri. Pasti ada instansi lain atau institusi lain yang kita akan lakukan koordinasi,” jelasnya.
Selain itu, Awaludin juga mengatakan pihaknya akan meningkatkan kinerja Bulog. “Kita akan meningkatkan saluran distribusi yang ada,” imbuh dia.
Hingga Mei 2022, beras yang tersimpan di gudang-gudang Bulog seluruh Indonesia sebanyak kurang lebih 1 juta ton. Ini merupakan batas aman sesuai penugasan pemerintah yaitu sebanyak 1-1,5 juta ton.

Comments
Post a Comment