Dunia Krisis Pangan! Jokowi: Indonesia akan Berkontribusi Mengatasi Masalah Pangan Dunia

  


Presiden Joko Widodo menyampaikan pidatonya secara virtual pada High-level Dialogue on Global Development dari Istana Merdeka, Jakarta, pada Jumat, 24 Juni 2022. (Foto: BPMI Setpres)

 

Jakarta Presiden Joko Widodo menyampaikan dunia tengah menghadapi masalah berat. Seperti ketahanan pangan, ketahanan energi, hingga stabilitas keuangan.

Selain itu, ujarnya, pertumbuhan ekonomi dunia dilaporkan turun menjadi 2,6%, sehingga membuat tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs) dapat tertunda cukup signifikan.

Dengan demikian, Indonesia sebagai Presiden G20 dan bagian dari Global Crisis Response Group akan berkontribusi untuk mengatasi masalah ketahanan pangan, energi, dan stabilitas keuangan yang dialami oleh dunia.

"Saya mencatat banyak inisiatif lain dari berbagai pihak. Insiatif yang ada tersebut harus saling bersinergi dan saling memperkuat, harus memperhitungkan suara negara-negara berkembang, harus mengedepankan dialog," kata Jokowi dalam pidatonya pada High-level Dialogue on Global Development dari Istana Merdeka, Jakarta, yang disiarkan kanal YouTube Sekretriat Presiden, Jumat, (24/6/2022).

Jokowi mendorong semua negara untuk bertindak segera agar tidak terjadi dekade pembangunan yang hilang. Dia pun mengusulkan tiga langkah yang harus dijalankan bersama.

"Pertama, sinergi untuk mengatasi emerging challenges. Sebagai Presiden G20 dan bagian dari Global Crisis Response Group, Indonesia akan terus berkontribusi untuk mengatasi masalah-masalah ketahanan pangan, energi, dan stabilitas keuangan," kata Jokowi.

Kedua, Jokowi mendorong negara-negara untuk memperkuat kemitraan global untuk SDGs dengan fokus pada pendanaan pembangunan. Dia menegaskan bahwa kesenjangan pendanaan SDGs yang meningkat dari USD2,5 triliun per tahun sebelum pandemi menjadi USD4,2 triliun per tahun pascapandemi harus segera ditutup.

Ketiga, Presiden Jokowi mendorong penguatan sumber-sumber pertumbuhan baru. Menurut dia, kerja sama BRICS dengan negara mitra harus mendukung untuk transformasi digital yang inklusif, pengembangan industri hijau dan infrastruktur hijau, serta penguatan akses negara-negara berkembang pada rantai pasok global.

"Sebagai penutup, saya mengajak kita semua untuk bekerja sama. Recover togetherrecover stronger," tegas dia.

High-level Dialogue on Global Development diadakan di Beijing, Tiongkok dengan tema 'Membina Kemitraan Pembangunan Global untuk Era Baru untuk Bersama-sama Melaksanakan Agenda 2030 untuk Pembangunan Berkelanjutan'. Dalam Dialog tersebut, hadir para pemimpin BRICS dan para pemimpin negara-negara berkembang termasuk Indonesia.

 

Comments

Popular posts from this blog

Jadilah Salah Satunya! Sekitar 2 Juta Penduduk akan Menghuni IKN Nusantara di 2045 dengan Sejumlah Fasilitas Modern Pendukung!

Wahyu Hidayat Jadi Danpaspampres Pertama dari TNI AU

Sarat Inovasi! Proyek IKN Gunakan Beton Cepat Kering dan Semen Hijau