Sri Mulyani Pamerkan 3 Hal Luar Biasa yang Dilakukan Jokowi Hadapi Covid-19 di Indonesia
Jakarta – Menurut Menteri Keuangan Sri Mulyani, Indonesia berhasil meraih tiga prestasi tingkat global sepanjang masa krisis pandemi Covid-19, mulai dari sisi penanganan hingga pemulihan.
Sri Mulyani Indrawati menyampaikan hal itu dalam acara Rakernas Akuntansi dan Laporan Keuangan Pemerintah pada Kamis, 22 September.
Sri Mulyani menyebutkan, Indonesia adalah negara yang dianggap reaktif dan sangat baik dalam penanganan Covid-19.
Jika melihat dari sejumlah indikator, Indonesia termasuk negara yang sangat responsif dan baik dalam menangani pandemi Covid-19.
Indikator penilaian tersebut di antaranya jumlah kasus positif yang terkendali, percepatan realisasi akselerasi, sekaligus langkah masif penanganan dan perawatan pasien Covid-19.
Sri Mulyani berpendapat, hal tersebut merupakan pencapaian luar biasa yang dilakukan oleh seluruh elemen pemerintah dengan kondisi geografis Indonesia yang sangat luas dan jumlah penduduk yang sangat banyak.
“Itu luar biasa yang telah dilakukan Presiden Joko Widodo, para menteri, para kepala daerah dan para lembaga. Luar biasa menangani Covid-19 untuk negara sebesar kita geografisnya rumit,” ujarnya.
Tak hanya prestasi dalam penanganan Covid-19, Indonesia berhasil menjadi salah satu dari sedikit negara yang produk domestik bruto (PDB) pada pertengahan 2021 telah melewati level prapandemi 2019.
Sri Mulyani menuturkan, banyak negara anggota G20 maupun Asean yang belum mencapai level prapandemi sampai hari ini.
Menurutnya, anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) berperan besar dalam pencapaian Indonesia dalam meraih kedua prestasi ini. Selama masa krisis, APBN mampu berperan sebagai shock absorber.
“Itu suatu prestasi kita dalam menggunakan APBN untuk penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi,” kata Sri Mulyani.
Selain itu, dalam menangangi Covid-19 dan memulihkan ekonomi, pemerintah mampu menggunakan APBN secara bijaksana. Hal ini terlihat dari defisit serta tambahan utang negara yang relatif sangat rendah apabila dibandingkan dengan negara lain.
“Ada yang defisitnya dobel digit 10 persen sampai 15 persen bahkan ekonominya belum pulih. Kita defisit di 2020 sebesar 6 persen, turun ke 4,7 persen di 2021. Dan kita harap tahun ini turun lagi,” ucap Sri Mulyani.

Comments
Post a Comment