Kebijakan Jokowi Batasi Ekspor Raw Material Dianggap Tepat!


Presiden Joko Widodo (Jokowi). (Foto: Ist)

 

Jakarta –  Kebijakan Presiden Joko Widodo yang membatasi kegiatan ekspor barang mentah (raw material) dinilai sebagai langkah yang sangat tepat. Kebijakan Presiden Ri ke-7 itu pun mendapat banyak apresiasi dari masyarakat.

Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Jambi (Unja) Dr Junaidi menjadi salah satu tokoh yang ikut mengapresiasi kebijakan pembatasan raw material oleh Jokowi. Dengan langkah tersebut, kebocoran nilai suatu komoditi bisa ditekan.

“Ekspor dari pengolahan, kita tahu pengolahan hasil pertanian kita, pertambangan kita banyak yang bahan mentah. Ini menimbulkan banyak kebocoran dari sisi nilai tambah,” terang Junaidi dalam keterangan tertulis, Minggu (16/10).

Melalui pembatasan raw material, Junaidi mengatakan nilai tambah sebuah barang akan meningkat. Sehingga, lanjutnya, akan berdampak baik pada kesejahteraan masyarakat.

“Dengan pengolahan di dalam negeri dan ini akan mengurangi dan nilai tambah tadi bisa masuk kembali ke masyarakat,” terang Junaidi.

Junaidi juga memuji keberhasilan Jokowi yang mampu menjaring berbagai investor global untuk menanamkan modalnya di Indonesia. Hal tersebut berdampak pada masifnya pembukaan lapangan kerja di daerah-daerah dan berefek pada penurunan angka kemiskinan di seluruh provinsi di Indonesia.

“Jadi penciptaan kesempatan kerja yang produktif ini pasti bisa mengangkat nilai ekonomi masyarakat dan menurunkan angka kemiskinan,” pungkasnya.

Comments

Popular posts from this blog

Usung Konsep Forest City, Finlandia dan Spanyol Lirik Potensi Investasi di IKN Nusantara!

Lestarikan Budaya Dayak, Jokowi Janji Akan Bangun Dayak Center di IKN Nusantara!

Jadilah Salah Satunya! Sekitar 2 Juta Penduduk akan Menghuni IKN Nusantara di 2045 dengan Sejumlah Fasilitas Modern Pendukung!