Peduli Rakyat, Jokowi Ingatkan Pengusaha Madu Hutan Jangan Sampai Pabriknya Besar, tapi Lingkungan Sekitarnya Miskin


Presiden Joko Widodo saat menghadiri peluncuran “Gerakan Kemitraan Inklusif untuk UMKM Naik Kelas”. (Foto: Ist)

Jakarta – Presiden Joko Widodo saat menghadiri peluncuran “Gerakan Kemitraan Inklusif untuk UMKM Naik Kelas” menyampaikan, perlahan perekonomian Indonesia bergerak pada tren positif.

“Pada kuartal II mampu tumbuh sebesar 5,44 persen, dan saya meyakini di kuartal ketiga masih bisa tumbuh di atas angka tersebut,” ujar Jokowi di Gedung Smesco, Jakarta Pusat, Senin (3/10).

Dikatakan Jokowi, kunci utama agar optimisme itu tercapai adalah semua harus kompak, bersinergi, dan memiliki perasaan yang sama. Pasalnya, semua orang saat ini menghadapi sebuah tantangan yang tidak mudah.

“Perlu yang namanya Indonesia incorporated. Yang besar, yang menengah, yang kecil, semuanya bekerjasama dan berkolaborasi menyelesaikan persoalan secara konkret dan nyata,” katanya.

Pada kesempatan itu, Jokowi menyempatkan bertemu dengan pembudidaya madu hutan dari Jambi, binaan Asia Pulp & Paper (APP) Sinar Mas. Dia mengemukakan pentingnya keterlibatan korporasi dalam bina lingkungan.

“Jangan sampai perusahaan besar ada di suatu daerah, pabriknya terlihat besar, namun lingkungan sekitarnya miskin. Pemerintah tidak mungkin melakukan itu sendirian, yang bisa dan cepat adalah jika ada gerakan kemitraan,” terangnya.

Dia juga menjabarkan soal nilai ekonomis madu yang biasanya dimasukkan botol dan dijual di pasar. Menurutnya, dengan packaging yang bagus dan branding produk yang baik, dapat menaikkan harga jual berkali-kali lipat.

“Sentuhan seperti itu yang diharapkan. Jika bisa, bukan hanya dipasarkan ke pasar lokal atau domestik, namun juga dibawa ke pasar ekspor,” pungkasnya.

Comments

Popular posts from this blog

Usung Konsep Forest City, Finlandia dan Spanyol Lirik Potensi Investasi di IKN Nusantara!

Lestarikan Budaya Dayak, Jokowi Janji Akan Bangun Dayak Center di IKN Nusantara!

Jadilah Salah Satunya! Sekitar 2 Juta Penduduk akan Menghuni IKN Nusantara di 2045 dengan Sejumlah Fasilitas Modern Pendukung!