Wow Keren! Kendaraan Otonom Berbasis Listrik Akan Jadi Transportasi Utama di IKN Nusantara!
Jakarta – Mobil otonom atau autonomous car dipersiapkan
untuk teknologi kendaraan masa depan. Mobil dua wajah untuk penumpang itu,
pertama kali akan dioperasikan di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara.
Dirjen Perhubungan Darat
Kemenhub Hendro Sugiatno mengatakan, saat ini pengembangan tengah dilakukan.
Mobil otonom, kata Hendro menjadi bagian dari tren pengembangan mobil listrik
di Indonesia.
"(Di) IKN kita akan
gunakan, kebijakan autonomous," kata Dirjen Perhubungan Darat Kementerian
Perhubungan Hendro Sugianto dalam workshop inisiatif hijau di Nusa Dua, Bali,
Minggu (13/11/2022).
Kendaraan listrik yang
dipamerkan berasal dari Prancis dengan merek dagang Navya varian Arma. Navya
Autonom Shuttle memiliki penggerak listrik dan battery pack berkapasitas
33 kWh yang dapat bertahan selama 9 jam dan memiliki kapasitas penumpang 15
orang, dengan pembagian 11 duduk dan 4 berdiri.
Navya Autonom Shuttle sendiri dilengkapi berbagai sensor mulai dari pemanfaatan
Global Navigation Satellite Systems (GNSS) dan sensor Light Radar (Lidar).
Sensor itu digabungkan dengan kamera resolusi tinggi untuk big data analysis.
Data yang masuk akan diproses
oleh komputer berspesifikasi tinggi yang tertanam di dalam mobil. Transportasi
listrik otonom ini dapat mendeteksi, melacak dan mengklasifikasi halangan di
sekitar secara real time untuk menentukan lintasan dan profil kecepatan yang
optimal.
Untuk itu, Hendro mendorong
pihak swasta turut ambil bagian mempelopori pengadaan kendaraan autonomous.
"Kalau swasta berperan
aktif, akan sangat bagus," imbuhnya.
Chief Digital Tech Ecosystem
& Development Sinarmas Land Irawan Harahap mengatakan perusahaannya siap menjadi
partner utama pemerintah dalam mengembangkan kendaraan autonomous. Dia
menjelaskan, kendaraan autonomous telah diuji coba di BSD City, Tangerang,
beberapa waktu lalu.
"Tentu ke depan kita
siap ke daerah lain, termasuk IKN," ujarnya.
Dengan hadirnya kendaraan
autonomous, dia melihat indonesia tidak kalah saing dan sudah siap untuk
menyongsong ragam alternatif green mobility bagi pembangunan kota pintar yang
sustainable di tanah air.

Comments
Post a Comment