Jokowi Terima Ketum PBNU di Istana: Laporkan Kesuksesan Kegiatan Hari Lahir 1 Abad NU!
Presiden Jokowi menerima Ketum PBNU terpilih Yahya Cholil Staquf, di Istana Kepresidenan Bogor, Rabu (29/12/2021). (Foto: Ist)
Jakarta – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf menemui Presiden Joko Widodo di Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat, untuk melaporkan kesuksesan penyelenggaraan rangkaian kegiatan peringatan Hari Lahir 1 Abad NU.
“Ya saya melaporkan kepada Pak Presiden kegiatan rangkaian peringatan Harlah 1 Abad NU yang sudah terlaksana semua dengan baik,” kata Gus Yahya di Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat.
Untuk dalam negeri, Yahya mengatakan bahwa sejumlah program di berbagai bidang akan segera dikonsolidasikan dalam satu gerakan yaitu gerakan keluarga maslahat. Kegiatan tersebut nantinya, kata Yahya, akan dilakukan pada level keluarga sebagai unit sosial paling dasar.
“Semua agenda Nahdlatul Ulama apakah itu ekonomi, pendidikan, kesehatan, keagamaan dan lain sebagainya harus bisa diukur pada dampaknya terhadap keluarga-keluarga. Ini yang kita rancang ke depan, sudah kita siapkan semua elemen dan infrastrukturnya tinggal kita jalankan,” imbuhnya.
Secara internasional, PBNU akan menindaklanjuti dua kegiatan internasional yaitu Religion 20 (R20) dan Muktamar Internasional dengan membentuk suatu rencana kegiatan secara berkala dan dalam jangka panjang.
“(Untuk) memperkuat, memperdalam gagasan-gagasan yang kemarin sudah muncul sebagai wacana di dalam forum-forum internasional tersebut,” imbuhnya.
Dalam waktu dekat, Yahya mengatakan bahwa pihaknya akan menyelenggarakan R20 di India yang didesain dengan penyelenggaraan di dua kota yaitu New Delhi dan Jakarta. Selain itu, PBNU juga akan memanfaatkan keketuaan Indonesia pada KTT Asean untuk menyelenggarakan R20 ASean.
“Karena di Jakarta ini nanti waktunya berdekatan dengan forum Asean, tadi kami mohon izin kepada Bapak Presiden untuk ikut memanfaatkan leverage Asean ini dengan menamai kegiatan kami R20 Asean. Memang ini agak unik, R20 inisiasinya dulu dari G20, tapi sekarang kita selenggarakan dalam frame Asean, Bapak Presiden setuju,” kata Yahya.
Turut mendampingi Presiden dalam pertemuan tersebut yaitu Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas.

Comments
Post a Comment